LANDASAN
TEORI
Pengertian
Evaluasi Sistem Informasi
Pengertian
Evaluasi
Evaluasi
adalah proses penilaian yang sistematis mencakup pemberian nilai, atribut,
apresiasi dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi atas permasalahan
yang ditemukan (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, 2002).Evaluasi
adalah kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan suatu obyek dengan
menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur tertentu
untukmemperoleh kesimpulan. Dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah
suatu kegiatan terencana untuk menilai suatu permasalahan yang terjadi
dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dapat dibandingkan dengan tolok ukur
guna memperoleh kesimpulan dansolusi atas permasalahan yang dinilai.
Pengertian
Sistem
Menurut
McLeod (2001), “A System is a group of elements that are
integrated with the common purpose of achieving an objective.” Secara
garis besar dapat diartikan bahwa sistem adalah
sekelompok 8 elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama
untuk mencapai suatu tujuan. Pendapat James Hall (2001), yang
diterjemahkan oleh AmirAbadi Jusuf, sistem adalah sekelompok atau lebih
komponen-komponen yang saling berkaitan (inter-related) atau
subsistem-subsistem yang bersatu untuk mencapai tujuan yang sama (common
purpose). Jadi, secara umum sistem dapat diartikan sebagai
sekumpulan elemen yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk
mencapai suatutujuan bersama.
Pengertian
Informasi
Menurut
McLeod (2001), “Information is processed data, or meaningful data.”
Secara garis besar dapat diartikan bahwa informasi adalah data yang
telah diproses atau data yang sudah memiliki arti tertentu bagi
kebutuhan penggunanya. Menurut Romney dan Steinbart (2003), “Information
is data that have been organized and processed to provide meaning.”
Secara umum dapat diartikan bahwa informasi adalah data yang telah
diatur dandiproses untuk memberikan arti bagi orang yang menerimanya. Jadi
dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang telah diproses
dimana informasi tersebut akan digunakan oleh para penggunanya.
Pengertian
Sistem Informasi
Menurut
O’Brien yang diterjemahkan oleh Dewi Fitriasari dan Deny Arnos Kwary
(2005), sistem infomasi dapat merupakan kombinasi teratur apa saja dari
orang-orang,hardware, software, jaringan komunikasi dan sumber daya
data yang mengumpulkan, mengubah dan menyebarkan informasi dalam sebuah
organisasi. Menurut Sanyoto Gondodiyoto (2003), sistem
informasi adalah suatu interaksi antar komponen-komponen di dalam suatu kesatuan
terpadu untuk mengolah data menjadi informasi sesuai
dengankebutuhannya. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa
system informasi adalah sekumpulan sumber daya dalam organisasi, baik
berupa manusia, hardware, software, jaringan komunikasi yang
saling berinteraksi untuk mengumpulkan dan mengolah data menjadi
informasi yang berguna bagi para pemakai informasi dalam suatu organisasi.
Pengertian
Evaluasi Sistem Informasi
Berdasarkan
keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa evaluasi sistem informasi
adalah suatu kegiatan terencana yang bertujuan untuk memeriksa dan menilai
sumber daya dalam organisasi untuk mendapatkan hasil yang dibandingkan
dengan menggunakan tolok ukur
tertentu
untuk memperoleh hasil mengenai kinerja sumber daya organisasi tersebut.
Sistem
Pengendalian Intern
Pengertian
Sistem Pengendalian Intern
Menurut
Mulyadi (2001), “sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi,
metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan
organsisasi dan mengecek ketelitian dan kehandalan data akuntansi,
mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan
manajemen”. Menurut Sanyoto Gondodiyoto (2003) “sistem pengendalian
intern
meliputi metode dan kebijakan yang terkoordinasi di dalam perusahaan untuk
mengamankan kekayaan perusahaan, menguji ketepatan, ketelitian dan
kehandalan catatan atau data akuntansi serta untuk mendorong ditaatinya
kebijakan manajemen”. Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa
system pengendalian internal adalah sebuah sistem yang dirancang oleh
pihak manajemen sebuah organisasi untuk mengendalikan dan
mengawasi seluruh kegiatan organisasi tersebut untuk menjaga aset
perusahaan danmendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.
Tujuan
Sistem Pengendalian Intern
Mulyadi
(2001) mengungkapkan 4 (empat) tujuan sistem pengendalian Intern, yaitu
untuk:
a.
Menjaga kekayaan organisasi.
b.
Mengecek ketelitian dan kehandalan data akuntansi.
c.
Meningkatkan efisiensi usaha.
d.
Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.
Sedangkan,
menurut Sanyoto Gondodiyoto (2003) sistem pengawasan Internal dijalankan
bertujuan untuk:
a.
Mengamankan aset organisasi.
b.
Memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipercaya.
c.
Meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan.
d.
Mendorong kepatuhan pelaksanaan terhadap kebijakan organisasi.
Tujuan
dari Pengendalian Intern adalah untuk mengurangi resiko atau mengurangi
pengaruh yang sifatnya merugikan akibat suatu kejadian.
Unsur-Unsur
Sistem Pengendalian Intern
Menurut
Mulyadi (2001) unsur-unsur sistem pengendalian intern adalah sebagai
berikut:
a. Struktur
organisasi yang memisahkan tanggungjawab fungsional secara tepat. Struktur
organisasi
merupakan kerangka (framework) pembagian tanggung jawab
fungsional kepada unit-unit organisasi yang dibentuk untuk melaksanakan
kegiatan-kegiatan pokokperusahaan. Dalam perusahaan manufaktur misalnya,
kegiatan pokoknya adalah memproduksi dan menjual produk.
Untuk melaksanakan kegiatan pokok tersebut dibentuk departemen
produksi, departemen pemasaran, dan departemen keuangan dan
umum.Departemen-departemen ini kemudian dibagi-bagi lebih lanjut menjadi
unit-unit organisasi yang lebih kecil untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan
perusahaan.
b. Sistem
wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yangcukup terhadap
kekayaan, utang, pendapatan dan biaya. Dalam organisasi setiap transaksi
hanya terjadi atas dasar otorisasi dari pejabat yang memiliki wewenang
untuk menyetujuiterjadinya transaksi tersebut. Oleh karena itu, dalam
organisasi harus dibuat sistem yang dapat mengatur pembagian wewenang
untuk otorisasi atas terlaksananya setiap transaksi dan penggunaan
formulir harus diawasi sedemikian rupa guna mengawasi
pelaksanaanotorisasi.
c. Praktik
yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi.
Adapun cara-cara yang umum yang ditempuh untuk menciptakan praktik yang
sehat dalam organisasi adalah penggunaan formulir bernomor urut tercetak
yang pemakaiannya harusdipertanggungjawabkan oleh yang berwenang,
dilakukan pemeriksaan mendadak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
kepada pihak yang diperiksa dengan jadwal yang tidak teratur.
Setiap transaksi tidak boleh dilaksanakan dari awal sampai akhir oleh
satu orang tanpa ada campur tangan dari orang atau unit organisasi
lain, perputaran jabatan yang diadakan secara rutin akan dapat
menjaga independensi pejabat sehingga persekongkolan dapat
dihindari. Secara periodik diadakan pencocokan fisik kekayaan
dengan catatannya.
d. Karyawan
yang mutunya sesuai dengan tanggungjawabnya. Unsur mutu karyawan merupakan
unsur yang paling penting yakni karyawan yang kompeten dan jujur. Unsur
pengendalian dapat dikurangi sampai batas minimum dan perusahaan tetap
mampumenghasilkan pertanggungjawaban keuangan yang dapat
diandalkan. Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa
unsurunsur sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi
yang memisahkan tanggungjawab fungsional secara tegas, sistem
wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang
cukup terhadap kekayaan, utang, pendapatan dan biaya, praktik yang
sehat dalam tugas dan fungsi, karyawan yang cukup sesuai
dengan tanggungjawabnya.
Sistem
Pengendalian Internal Pada Sistem Berbasis Komputer
Menurut
Sanyoto Gondodiyoto (2003) yang dikutip dari Weber (1999), struktur pengendalian
internal yang perlu dilakukan pada sistem berbasis komputer adalah sebagai
berikut:
1.
Pengendalian Umum
2.
Pengendalian Aplikasi
Pengendalian
Umum
Pengendalian
yang berlaku umum, artinya ketentuan-ketentuan yang berlaku
dalampengendalian tersebut, berlaku untuk seluruh kegiatan komputerisasi
di dalam pengendalian tersebut. Apabila tidak dilakukan pengendalian ini
atau pengendaliannya lemah maka berakibat negatif terhadap pengendalian
aplikasi.
Pengendalian
umum terdiri dari:
1)
Pengendalian
Manajemen Puncak (Top Level Management Control), Mengendalikan peranan
manajemen dalam perencanaan kepemimpinan dan pengawasan fungsi sistem.
2)
Pengendalian
Manajemen Sistem Informasi (Information System Management Control), Mengendalikan
alternatif dari model pengembangan proses system informasi sehingga dapat
digunakan sebagai dasar pengumpulan dan pengevaluasian bukti.
3)
Pengendalian
Manajemen Pengembangan Sistem (System Development Management Control), Mengendalikan
tahapan utama dari daur hidup program dan pelaksanaan dari tiap tahap.
4)
Pengendalian
Manajemen Sumber Data (Data Resource Management Control), Mengendalikan
peranan dan fungsi dari data administrator atau database administrator.
5)
Pengendalian
Manajemen Jaminan Kualitas (Quality Assurance Management Control), Mengendalikan
fungsi utama yang harus dilakukan oleh Quality Assurance
Management untuk meyakinkan bahwa pengembangan, pelaksanaan
dan pengoperasian serta, pemeliharaan dari system informasi sesuai
dengan standar kualitas.
6)
Pengendalian
Manajemen Keamanan (Security Management Control), Pengendaliaan terhadap
manajemen keamanan secara garis besar bertanggungjawabdalam menjamin aset
sistem informasi tetap aman.
Ancaman utama terhadap
keamanan aset sistem informasi adalah:
a. Ancaman kebakaran
Beberapa
pelaksanaan pengamanan untuk ancaman kebakaran:
1)
Memiliki alarm kebakaran
otomatis yang diletakkan pada tempat dimana aset-aset systeminformasi
berada.
2)
Memiliki
tabung kebakaran yang diletakkan pada lokasi yang mudah diambil.
3)
Memiliki
tombol utama (termasuk AC).
4)
Gedung
tempat penyimpanan aset informasi dibangun dari bahan tahan api.
5)
Memiliki
pintu/tangga darurat yang diberi tanda dengan jelas sehingga karyawan
mudah menggunakannya.
6)
Ketika alarm berbunyi,
signal langsung dikirim ke stasiun pengendalian yang selalu dijaga staf.
7)
Prosedur
pemeliharaan gudang yang baik menjamin tingkat polusi sesuatunya telah
dirawat dengan baik.
.
b. Virus
Pelaksanaan
pengamanan untuk mengantisipasi virus meliputi tindakan:
1)
Preventive, seperti meng-install antivirus
dan meng-update secara rutin, melakukan scan fileyang
digunakan.
2)
Detective, seperti melakukan scan secara
rutin.
3)
Corrective, seperti memastikan back
up data bebas virus, pemakaian antivirus terhadap fileyang
terinfeksi.
c. Hacking
Beberapa
pelaksanaan pengamanan untuk mengantisipasi hacking:
1)
Penggunaan
kontrol logical seperti penggunaan password yang
sulit untuk ditebak.
2)
Petugas
keamanan secara teratur memonitor sistem yang digunakan.
Pengendalian
Manajemen Operasi (Operations Management Control) Secara garis besar
pengendalian manajemen operasi (Operations Management Control) bertanggungjawab
terhadap hal-hal sebagai berikut:
a. Pengoperasian komputer (Computer
Operations)
Tipe
pengendalian yang harus dilakukan:
1)
Menentukan
fungsi-fungsi yang harus dilakukan operator komputer maupun fasilitas
operasi otomatis.
2)
Menentukan
penjadwalan kerja pada pemakaian hardware atau software.
3)
Menentukan
perawatan terhadap hardware agar dapat berjalan baik.
4)
Pengendalian
perangkat keras berupa hardware controls dari produsen
untuk deteksihardware malfunction.
b. Pengoperasian Jaringan (Network
Operations)
Pengendalian yang dilakukan
ialah memonitor dan memelihara jaringan dan pencegahan terhadap akses oleh
pihak yang tidak berwenang. Pengendalian sistem komunikasi data antara
lain jalur komunikasi, Hardware, Cryptology, danSoftware.
c. Persiapan dan peng-entry-an
data (Preparation and Entry Data)
Fasilitas-fasilitas yang
ada harus dirancang untuk memiliki kecepatan dan keakuratan data serta
telah dilakukan terhadap peng-entry-an data.
d. Pengendalian produksi (Production
Control)
Fungsi
yang harus dilakukan untuk pengendalian produksi adalah:
1)
Penerimaan dan pengiriman input dan output.
2)
Penjadwalan kerja.
3)
Manajemen pelayanan.
4)
Peningkatan pemanfaatan komputer.
e. File Library
Fungsi
yang harus dilakukan untuk file library adalah:
1)
Penyimpanan
media penyimpanan (storage of storage media).
2)
Penggunaan
media penyimpanan (use of storage media).
3)
Pemeliharaan
dan penempatan media penyimpanan (maintenance and disposal of storage
media).
4)
Lokasi
media penyimpanan (location of storage media).
f. Documentation
and Program Library
Orang yang bertanggungjawab
atas dokumentasi mempunyai beberapa fungsi yang harus dilakukan yaitu:
1)
Memastikan
bahwa semua dokumentasi disimpan secara aman.
2)
Memastikan
bahwa hanya orang yang mempunyai otorisasi saja yang bisa mengakses dokumentasi.
3)
Memastikan
bahwa dokumentasi tersebut selalu up to date.
4)
Memastikan
adanya back up yang cukup untuk dokumentasi yang ada.
g. Help
Desk or Technical Support
Ada
dua fungsi utama help desk or technical support yaitu:
1)
Membantu end
user dalam menggunakan hardware dan software yang
berhubungan dengan end user seperti micro computer, spread
sheet packages,database management packages dan local
area networks.
2)
Menyediakan technical
support untuk sistem produksi dengan dilengkapi suatu
penyelesaian masalah yang berhubungan dengan hardware, software dandatabase.
h. Capacity
Planning and Performance Monitoring
Tujuan utama dari fungsi
sistem informasi ini adalah untuk mencapai tujuan dari penggunaan sistem
informasi dengan biaya serendah mungkin.
i. Management
of Outsourced Operations
Saat ini banyak organisasi
yang melakukan outsource terhadap beberapa fungsi dari
sistem informasi mereka. Alasan utama dilakukannya outsource karena
mereka ingin memfokuskan pada fungsi inti bisnis mereka. Pengendalian
Umum yang akan digunakan penulis dalam melakukan evaluasi adalah Pengendalian
Manajemen Keamanan dan Manajemen Operasi karena kedua pengendalian tersebut
merupakan hal yang bersifat mendasar namun cukup penting dan jika tidak
diperhatikan dan diawasi dengan ketat, maka akan berdampak terhadap
pengendalian yang lain.
Pengendalian
Aplikasi
Pengendalian
Batasan (Boundary Control)
Pengendalian Boundary menentukan
hubungan antara pemakai komputer dengan sistem komputer itu sendiri,
ketika pemakai menggunakan komputer maka fungsi boundary berjalan.
a. Pengendalian
Kriptografi (Cryptographic Control)
Pengendalian Kriptografi
dirancang untuk mengamankan data pribadi dan untuk menjaga modifikasi
data oleh orang yang tidak berwenang, cara ini dilakukan
dengan mengacak data sehingga tidak memiliki arti bagi orang
yang tidak dapat menguraikan data tersebut.
b. Pengendalian
Akses (Access Control)
Pengendalian akses
berfungsi untuk membatasi penggunaan sumber daya sistem komputer,
membatasi dan memastikan user untuk mendapatkan sumber
daya yang mereka butuhkan.
Mekanisme pengendalian
akses terdiri dari:
1.
Identifikasi dan Otentikasi (Identification and Authentication)
User mengidentifikasi dirinya
pada mekanisme pengendalian akses dengan memberi informasi
seperti nama atau nomor rekening. Informasi tersebut memungkinkan
mekanisme untuk menentukan bahwa data yang masuk sesuai dengan informasi
pada fileotentikasi.
Terdapat
tiga bagian yang dapat diisi oleh user untuk informasi
otentikasi yaitu:
a)
Informasi
yang mudah diingat, contohnya: nama, tanggal lahir, nomor account,
password dan PIN.
b)
Obyek
berwujud yang dimiliki, contohnya: Badge, plastic card, kunci
dan cincin.
c)
Karakter
pribadi, contohnya : sidik jari, ukuran tangan, suara, tanda tangan, pola
retina mata.
2.
Sumber Daya Obyek.
Sumber Daya digunakan
oleh user berdasarkan system informasi berbasis komputer
dapat dibagi menjadi empat jenis yaitu:
a. Hardware,
contohnya : terminal, printer, processor , disk.
b. Software,
contohnya : program sistem aplikasi, storage space.
c. Komoditi, contohnya
: Processor time, storage space
d. Data, contohnya : files,
groups, data item (termasuk images dan sound).
3. Hak
Istimewa (Action Privileges)
Hak istimewa diberikan
kepada user berdasarkan pada tingkatan kewenangan userdan
jenis sumber daya yang diperlukan oleh user. Contoh hak
istimewa ini adalah userhanya dapat melakukan akses berupa membaca
tetapi tidak bisa mengubah atau menambah (dikenal dengan istilah read only)
atau user hanya memiliki fasilitas menambah data tetapitidak
bisa mengubah atau menghapus data.
Pengendalian
Masukan (Input Control)
Menurut
Sanyoto Gondodiyoto (2003) yang dikutip dari Weber (1999), komponen pada
subsistem input, bertanggungjawab untuk memasukkan data dan
intruksi pada sistem aplikasi, kedua jenis input tersebut harus
divalidasi, setiap kesalahan data harus dapat diketahui dan
dikontrol sehingga input yang dimasukkan akurat, lengkap,
unik dan tepat
waktu. Komponen
Pengendalian Input terdiri dari 8 (delapan) komponen
yaitu:
a.
Metode Data Input
b.
Perancangan Dokumen Sumber
Menurut sudut pandang
pengendalian, perancangan dokumen sumber yang baik memiliki beberapa
tujuan:
1. Mengurangi kemungkinan
perekaman data yang error .
2. Meningkatkan kecepatan
perekaman data.
3. Mengendalikan alur
kerja.
4. Memfasilitasi pemasukan
data ke sistem komputer.
5. Dapat meningkatkan
kecepatan dan keakuratan pembacaan data.
6. Memfasilitasi pengecekan
referensi berikutnya.
c.
Perancangan Layar Data Entry
Jika data dimasukkan
melalui monitor, maka diperlukan desain yang berkualitas pada layar
tampilan data entry agar mengurangi kemungkinan
terjadinya kesalahan dan supaya
tercapai efisiensi dan
efektivitas entry data pada subsistem input. Auditor harus
dapat melakukan penilaian terhadap layout rancangan input pada
komputer agar dapat membuatpenilaian terhadap efektivitas dan efisiensi
subsistem input ini.
d.
Pengendalian Kode Data
Tujuan kode data yang unik
yaitu untuk mengidentifikasikan identitas sebagai anggota dalam suatu grup
atau set dan lebih rapih dalam menyusun informasi yang dapat mempengaruhi
tujuan integritas data,
keefektifan dan keefesienan. Ada 5 (lima) jenis kesalahan dalam pengkodean
data yaitu:
1.
Addition (penambahan): sebuah karakter
ekstra ditambahkan pada kode, contoh 68573 dikode menjadi 685738.
2.
Transaction (pemotongan) : sebuah
karakter dihilangkan dari kode, contoh 55871 dikode menjadi 5571.
3.
Transcription (perekaman) : sebuah
karakter yang salah direkam, contoh 17842 menjadi 14842.
4.
Transposition (perubahan) : karakter yang
berdekatan pada kode dibalik, contoh 87942 dikode menjadi 78942.
5.
Double
transposition :
karakter dipisahkan oleh satu atau lebih karakter yang dibalik, contoh
97942 dikode menjadi 84972.
e.
Cek Digit
Cek digit digunakan
sebagai peralatan untuk mendeteksi kesalahan dalam banyak aplikasi,
sebagai contoh : tiket pesawat, proses kartu kredit, proses rekening bank,
proses
pengumpulan item bank
dan proses lisensi mengemudi.
f. Pengendalian Batch
Batching merupakan proses
pengelompokkan transaksi bersama-sama yang menghasilkan beberapa jenis
hubungan antara yang satu dengan yang lainnya. Pengendalian
yang bermacam-macam dapat digunakan pada batch untuk mencegah
atau mendeteksi error atau kesalahan.
g.
Validasi Input Data
Jenis
pengecekan validasi input data:
1. Field
Checks
Test validasi dapat
diaplikasikan pada field yang tidak bergantung pada fieldlainnya
dalam laporan input.
2. Record
Checks
Test validasi dapat
diaplikasikan ke field berdasarkan hubungan timbal balik
yang logis dari suatu field dengan field lainnya
dalam laporan.
3. Batch
Checks
Test validasi memeriksa apakah
karakteristik laporan batch yang dimasukkan sama dengan
karakteristik batch.
4. File
Checks
Test validasi menguji apakah
karakteristik penggunaan file selama pemasukan data sama
dengan rumusan karakteristik file.
h.
Intruksi Input
Dalam memasukkan instruksi
ke dalam sistem aplikasi sering terjadi kesalahan karena adanya instruksi
yang bermacam-macam dan komplek. Karena itu, perlumenampilkan pesan
kesalahan. Pesan kesalahan yang ditampilkan harus dikomunikasikan
kepada user dengan lengkap dan jelas.
Pengendalian
Keluaran (Output Control)
Menurut
Sanyoto Gondodiyoto (2003) yang dikutip dari Weber (1999), subsistemoutput menyediakan
fungsi-fungsi yang menentukan isi dari data yang akan disediakan bagi
pengguna, sehingga data dapat diformat dan dipersembahkan bagi pengguna
dan bagaimana caranya agar data dapat diperbaiki dan dikeluarkan untuk
pengguna.
Tipe
pengendalian yang berhubungan dengan Pengendalian Output:
a. Inference
Control
Pengendalian
model akses memperbolehkan atau menolakakses terhadap item data
berdasarkan nama dari data item, isi dari data item atau
beberapa karakteristik dari serangkaian data yang terdapat pada data item.
b. Batch
Output and Distribution Control
Batch
output adalah output yang
dihasilkan pada beberapa fasilitas operasional dan setelah itu dikirim
atau disimpan oleh pemakai output tersebut. Output ini
menggunakan banyak formulir, contohnya, keluaran laporan
pengendalian manajemen berisi tabel, grafik atau image.
Pengendalian terhadap batch output dilakukan dengan
tujuan untukmemastikan bahwa laporan tersebut akurat, lengkap dan
tepat waktu yang hanya dikirim atau diserahkan kepada pemakai yang
berhak.
c. Batch
Report Design Controls
Elemen
penting untuk melihat pengendalian efektivitas pelaksanaan terhadap
produksi, distribusi, laporan keluaran batch adalah dengan
melihat kualitas dari desainnya. Desain laporan yang baik akan membuat
pemakai mudah untuk membaca output yang dihasilkan.
d. Online
Output Production and Distribution Controls
Pengendalian
terhadap produksi dan distribusi atas output yang dilakukan
melaluionline secara garis lurus, tujuan utamanya
adalah untuk memastikan bahwa hanya bagian yang
memiliki
wewenang saja dapat melihat output online tersebut.
e. Audit
Trail Controls
Pengendalian
jejak audit pada subsistem output dilakukan menjaga
kronologi kejadian yang terjadi dari saat output diterima
sampai pemakai melakukan penghapusanoutput tersebut karena sudah
tidak dipakai atau disimpan lagi.
f. Existence
Controls
Output dapat hilang atau rusak
karena berbagai alasan, seperti invoice hilang,online
output terkirim pada alamat yang salah, output terbakar
karena kebakaran. Recoveryterhadap subsistem output secara
akurat, lengkap dan tepat merupakan hal yang sangat membantu kelangsungan
hidup banyak organisasi.
Source
:
http://ayumegapratamuach.blogspot.com/2013/01/landasanteori-pengertianevaluasi-sistem.html
No comments:
Post a Comment