Bicara tentang IT Master Plan.. tau gak definisi Master
Plan itu apa?
Di Indonesia, IT Master Plan merupakan suatu perencanaan
jangka panjang dalam pengembangan sistem informasi guna mendukung visi dan misi
perusahaan.
IT Master Plan berisi strategi-strategi organisasi atau
perusahaan dalam memanfaatkan teknologi informasi sebagai enabler dan menambah
keunggulan yang kompetitif. IT Master Plan membahas mulai dari visi dan misi
organisasi atau perusahaan sampai pada perencanaan manajemen proyek IT.
Saat ini, penggunaan teknologi informasi (TI) di
perusahaan semakin meningkat. Tidak hanya untuk proses operasional sehari-hari,
tetapi juga dalam proses pengambilan keputusan. Bahkan, di beberapa sektor
industri seperti perbankan dan keuangan ketergantungan pada IT sangat besar.
Namun demikian, perusahaan tidak bisa secara gegabah
mengeluarkan investasi untuk implementasi TI. Mereka perlu
memperhitungkan cost dan benefit yang dihasilkannya. Itulah sebabnya,
perusahaan membutuhkan semacam blue print — yang sering disebut IT master plan
atau IT strategic plan — sebagai dasar perusahaan dalam mengimplementasi IT.
IT master plan intinya berisi rencana strategis perusahaan
dalam mengimplementasi dan membangun sistem informasi. Di dalamnya memuat
pedoman kebutuhan sistem informasi seperti apa yang diperlukan perusahaan.
Yang penting dicatat, IT master plan merupakan turunan
dari business plan perusahaan. Alasannya, IT diimplementasikan sebagai
tool untuk membantu perusahaan mencapai visi dan misinya. Maka, tanpa ada visi
dan misi yang jelas dari perusahaan, IT master plan juga tidak bisa dibangun.
Banyak sekali manfaat IT master plan untuk perusahaan.
Pertama, IT master plan menjadi dasar bagi perencanaan
perusahaan dalam investasi dan implementasi TI. Dengan demikian, perusahaan
tidak lagi sekadar beli ataupun instal, tetapi mempunyai perencanaan yang baik.
Kedua, perusahaan bisa mengurangi berbagai risiko yang
mungkin timbul dalam implementasi IT. Menurut pengamat IT Richardus Eko
Indrajit, banyak sekali risiko yang mungkin timbul dalam implementasi IT, di
antaranya:
1)
Ketidaksesuaian antara kebutuhan bisnis dengan sistem
informasi yang dibangun;
2)
Banyak aplikasi yang tambal sulam, sehingga tidak bisa
saling berkomunikasi antara satu dengan yang lain;
3)
Investasi yang dikeluarkan tidak memberikan manfaat
seperti yang diharapkan;
4)
Standar kualitas sistem informasi tidak sesuai dengan
standar industri yang semestinya.Dengan adanya perencanaan yang jelas,
perusahaan bisa mengelola risiko tersebut dengan baik sejak awal.
Manfaat ketiga, IT master plan bisa
menjadi alat kontrol dan parameter yang efektif untuk mengkaji performa dan
keberhasilan implementasi TI di suatu perusahaan. Dalam satu tahun misalnya,
perusahaan bisa melihat sistem apa saja yang sudah atau belum diimplementasi.
Salah satu pertanyaan yang sering
diajukan orang adalah Bagaimana memulai membangun IT master plan untuk
perusahaan?
Ini memang pertanyaan yang wajar
mengingat pembangunan IT master plan bukanlah pekerjaan yang mudah.
Yang patut diingat, karena IT master
plan harus mengacu pada business plan perusahaan, maka langkah pertama yang
harus dilakukan adalah memahami visi-misi perusahaan, serta target dan tujuan
yang akan dicapai perusahaan dalam kurun waktu tertentu. Dari situ kita bisa
melakukan breakdown secara lebih detail untuk mengetahui informasi bisnis
seperti apa yang dibutuhkan.
Kebutuhan informasi itu misalnya bisa
berupa informasi real time tentang kondisi keuangan, profil pelanggan,
efektivitas marketing channel, produktivitas setiap pekerja, produktivitas
mesin, tingkat inventori, profitabilitas setiap produk, dan berbagai informasi
spesifik lain yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan.
Dari berbagai kebutuhan informasi
bisnis inilah yang kemudian diterjemahkan menjadi kebutuhan sistem dan
teknologi seperti apa yang harus diimplementasi perusahaan untuk memenuhi
kebutuhan tersebut. Biasanya, kebutuhan sistem dan TI ini pada saat
implementasi diterjemahkan secara teknis menjadi kebutuhan aplikasi perangkat
lunak (software) dan perangkat keras (hardware). Dalam proses ini juga
dijabarkan bagaimana perusahaan akan mengelola berbagai sumber daya yang ada
mulai dari aspek organisasi, SDM (brainware), ataupun perangkat lunak
(software) dan perangkat keras (hardware) yang akan diimplementasi.
Bagian akhir dari IT master plan
adalah manajemen proyek. Pada bagian ini dipetakan proyek TI apa yang menjadi
skala prioritas perusahaan dibandingkan dengan proyek yang lain. Manajemen
proyek juga mengatur kalender implementasi setiap proyek hingga kurun waktu
tertentu, misalnya 3-5 tahun ke depan. Hal ini akan sangat berguna bagi
perusahaan dalam mengatur sumber daya mulai dari keuangan, SDM, dan berbagai
sumber daya lain yang terkait.
Di beberapa kasus, IT master plan
biasanya mengalami revisi sesuai dengan dinamika bisnis dan kebutuhan
perusahaan. Tentu saja, biaya implementasi TI yang sering sangat mahal itu,
akan lebih mudah dikelola dan dikontrol risikonya jika perusahaan mempunyai IT
master plan yang baik.
Manfaat IT Master Plan
§ Perusahaan bisa
mengurangi berbagai risiko yang mungkin timbul dalam implementasi IT.
§ IT master plan bisa
menjadi alat kntrl dan parameter yang efektif untuk mengkaji performa dan
keberhasilan implementasi TI di suatu perusahaan.
§ IT Master Plan akan
menjadi dasar bagi perencanaan perusahaan dalam investasi dan implementasi
teknologi informasi. Dengan demikian, perusahaan tidak lagi sekedar beli
ataupun install, tetapi mempunyai perencanaan yang baik
§ Perusahaan bisa
mengurangi berbagai resiko yang mungkin timbul dalam implementasi IT.
Menurut Dr. Richardus Eko Indrajit,
banyak sekali resiko-resiko yang mungkin timbul dalam implementasi IT, di
antaranya:
1. Ketidaksesuaian antara
kebutuhan bisnis dengan sistem informasi yang dibangun.
Banyaknya aplikasi yang tambal sulam sehingga tidak bisa saling berkomunikasi antara satu dengan yang lain.
Banyaknya aplikasi yang tambal sulam sehingga tidak bisa saling berkomunikasi antara satu dengan yang lain.
2. Investasi yang
dikeluarkan tidak memberikan manfaat seperti yang diharapkan.
3. Standar kualitas sistem
informasi tidak sesuai dengan standar industri yang semestinya.
Dengan adanya perencanaan yang jelas,
perusahaan bisa mengelola resiko tersebut dengan baik sejak awal.
Dalam pembuatan IT Master Plan harus mengacu pada Business Plan perusahaan, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah memahami visi-misi perusahaan, target dan tujuan yang akan dicapai perusahaan dalam kurun waktu tertentu. Dari situ kita bisa melakukan breakdown secara lebih detil kebutuhan informasi bisnis seperti apa yang dibutuhkan.
Dari berbagai kebutuhan informasi
bisnis inilah yang kemudian diterjemahkan menjadi kebutuhan sistem dan
teknologi seperti apa yang harus diimplementasikan perusahaan untuk memenuhi
kebutuhan tersebut. Kebutuhan sistem dan teknologi informasi ini pada saat
implementasi diterjemahkan secara teknis menjadi kebutuhan aplikasi perangkat
lunak (software) dan perangkat keras (hardware).
Dalam proses ini juga menjabarkan
bagaimana perusahaan mengelola berbagai sumber daya yang ada mulai dari aspek
organisasi, personel, maupun perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware)
yang akan diimplementasikan.
IT Master Plan yang baik
berisi:
1. Halaman pendahuluan yang
menceritakan kondisi sekarang.
2. Halaman penjabaran yang
menjabarkan tujuan dari master plan.
3. Halaman tentang kebijakan
yang harus dibuat untuk mendukung master plan.
4. Halaman yang memuat
strategi implemntasi dengan memperhitungkan analisis SWOT.
5. Halaman action yang harus
diambil.
6. Halaman paparan hasil
yang akan dicapai dari action-action tersebut.
7. Rekomendasi yang
diberikan dalam implementasi IT.
Sumber : IT Government Indonesia
No comments:
Post a Comment